Membuka Cakrawala Baru


Ah, sudah sangat lama ku tak menulis lagi di blog ini, padahal pranala blog ini ku pajang di bio Instagram, dan pasti banyak yang setidaknya iseng mengklik blog ini haha. Oke mungkin tulisan kali ini akan menceritakan bagaimana ku bisa membuka cakrawala baru.

Kehidupan ini tak berhenti dari proses. Semua terus berjalan seperti rotasi dan revolusi bumi. Dalam proses itu, tak jarang kita menemukan hal baru yang mengubah pemikiran dan sudut pandang kita. Cara pandang kita senantiasa terus diperbarui dan melakukan penyegaran agar tak usang dimakan zaman.

Oke, singkat cerita ku punya teman–lebih tepatnya kakak kelas/senior sih wkwk–yang dulu ku anggap sebagai orang yang 'tegas', kaku, sering mengeritik, sering menekan, yaaa seperti senior pada umumnya haha. Tapi ternyata tidak selamanya seperti itu. Maka dari itu, seperti pepatah lama, jangan melihat buku dari sampulnya wkwk.

Suatu hari, ia menanyakan kepadaku tentang suatu situs ensiklopedia, dan ku jelaskanlah secara singkat. Ku iseng ajak dia bergabung ke komunitas, dan kagetnya ia mau, malah memintaku untuk diajarkan cara menulis di ensiklopedia tersebut. Jarang-jarang ada senior yang minta diajarin sama juniornya wkwk. 

Mungkin hal itu membuktikan bahwa untuk belajar, kita harus membuang jauh-jauh rasa ego, gengsi, dan lain semacamnya, karena proses belajar itu proses kita dari merangkak sampai bisa berlari, dan itu membutuhkan komitmen. Aku pernah, malah sering melatih mahasiswa bahkan dosen untuk menulis ensiklopedia, karena memang notabenenya sebagai pelatih waktu itu. Tapi ini agak berbeda, yang mana ia sendiri yang meminta.

Dengan orang yang sama, ku berkunjung dan menginap di rumahnya. Terlihat ada foto-foto Ka'bah dan restoran semacamnya. Ketika diantar pulang, ku tanyalah apa maksud atau arti dari gambar tersebut? Ia menjawab, itu adalah semacam "hukum tarik menarik", yakni di mana apapun yang kita fokuskan dalam pikiran dan rasakan, adalah yang akan ditarik dan hadir ke dalam kehidupan -secara sadar atau tidak sadar, positif atau negatif, diinginkan atau tidak diinginkan. (Sumber definisi: Google). Ia berkata bahwa tak hanya ucapan yang menjadi doa, pikiran kita pun adalah doa. Itu memang sesuai dengan satu hadist yang pernah ku dengar.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]

Oh ya benar. Mungkin itu pula alasannya apa yang kita sugestikan itulah yang terjadi. Mindset baru akhirnya muncul!

Dulu ku pernah berpikir kuliah di suatu perguruan tinggi, dan dulu juga ku pernah berpikir untuk tinggal di suatu kota di luar negeri, tetapi tak pernah terpikir bahwa hal itu akan menjadi doa.

Dan ya, ia pun berkata bahwa orang yang mempunyai mimpi dan dituliskan, cenderung lebih sukses jika dibanding orang yang mempunyai mimpi tetapi tidak dituliskan, bahkan dengan orang yang tidak memiliki mimpi. Dan ia juga berkata jika kita tidak berani bermimpi, maka kita akan menjadi bagian dari mimpi orang lain. Seketika ku tertegun waktu itu.

Aku jadi teringat kegiatan mentoring setahun yang lalu. Pementor mengisahkan kisah seorang pemuda yang menuliskan 100 mimpinya dan ajaibnya semuanya terwujud! Setelah mentoring sudah ku niatkan untuk menulis 100 mimp itu, tetapi tak sempat terlaksana karena kesibukan sekolah kala itu. Namun, sepulang dari bertemu ia, aku ingat lagi dan langsunglah kutulis 100 mimpiku ini.

Memang, aku pun punya mimpi sejak dulu, aku seorang pemimpi sejatinya, tetapi setelah terbuka 'cakrawala baru' tadi, aku yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa mimpiku ini bisa terwujud dan aku bisa mewujudkannya. Ah, terima kasih telah membuka cakrawala baru. Sejak saat itu, pemikiranku berubah dan aku sebisa mungkin mencoba berpikir positif agar apa yang terjadi berupa hal positif. Tabik!

Komentar