Postingan

Penebar Benih Ilmu

Gambar
Sang Ratu Rembulan yang sedang turun dari singgasananya.  " Ilmu itu ibarat buah. Daging buahnya bisa kita makan, sedangkan bijinya bisa kita tanam untuk menghasilkan pohon baru. Jika ilmu itu hanya cukup untuk diri kita, kita hanya memakan buahnya saja. Namun, jika ilmu itu kita sebarkan ke orang lain, tentulah kita dapat memetik manisnya buah itu berkali-kali." Kemarin aku mengikuti agenda sebuah organisasi dan kebetulan bertemu lagi dengan beberapa teman yang sudah lama tidak bersua. Salah satunya juga merupakan pembimbingku waktu itu dan kuanggap sebagai mentor dan inspirator. Di sela-sela malam yang dingin ditemani Sang Ratu Rembulan yang sedang berjaya, beberapa orang dari kami berbincang-bincang terkait organisasi. Namun, seiring berjalannya malam, hanya tiga orang yang tersisa. Dan salah satunya mentorku ini. Jika sanak pembaca pernah membaca artikelku di blog ini dengan judul " Membuka Cakrawala Baru ", orang yang dimaksud adalah sama. Tiap kali bertemu bel...

Menerka-Nerka Masa Depan Sang Lebah

Gambar
  An-Nahl, sebuah lembaga dakwah fakultas yang menaungi mahasiswa Muslim SITH-R. Tidak seperti LDF lain yang sudah lama berkembang, An-Nahl ini baru berdiri akhir Oktober 2020 oleh angkatan 2019 sehingga menjadikan An-Nahl sebagai LDF termuda (setidaknya hingga tulisan ini dipublikasikan). Sebelum dibentuk, Muslim SITH-R dan SITH-S sama-sama berada di bawah naungan Al-Hayaat, tetapi karena perbedaan kampus dan kegiatan antara kedua "sub-fakultas" ini, maka dibentuklah An-Nahl untuk SITH-R. Begitulah kira-kira yang diberitahu oleh kating terkait sejarah singkat An-Nahl karena aku sendiri angkatan 2021 yang tidak ikut mendirikan LDF ini. Namun, ketika aku iseng mendaftarkan diri menjadi calon ketua angkatan LDF bersama kader GAMAIS TPB dari fakultas lainnya dengan masing-masing LDF, ternyata An-Nahl ini "sebatang kara". Belum mempunyai logo, media sosial, dan kegiatan yang jelas. Ketika sudah terpilih, aku langsung membentuk Badan Pengurus Angkatan agar nantinya progr...

Cogito Ergo Sum, Scribo Ergo Sum

Gambar
  "Cogito Ergo Sum, Scribo Ergo Sum" Mungkin sudah agak familiar dengan kalimat tersebut. Kalimat yang ku jadikan bio di Instagram dan status di WhatsApp ini punya makna tersendiri bagiku, sampai ku jadikan salah satu motto hidup. Oke akan ku jelaskan yak di artikel kali ini. Cogito Ergo Sum Kalimat ini berasal dari bahasa Latin, yang bermakna "aku berpikir, maka aku ada". Ini merupakan ungkapan dari Cartesius. Ya! Penemu koordinat Kartesius, grafik x dan y yang seringkali membuat pusing para pelajar, haha! Aku berpikir, maka aku ada. Eksistensi kita dalam hidup ditentukan oleh pemikiran kita. Artinya, dalam hidup ini, kita dianggap ada jika kita berpikir. Berpikir dalam hal ini bermakna sangat luas, bisa berpikir tentang makna kehidupan, kebesaran kuasa Allah, ataupun berpikir tentang hal-hal saintifik. Kemudian, berawal dari pemikiranlah semuanya dapat ada. Bayangkan jika Ibnu Firnas tidak berpikir cara agar manusia bisa terbang, maka tidak akan ada pesawat yang l...

Memegang Secercah Lilin

Gambar
  Hidup memang tak berhenti dari kejutan. Apa yang terjadi esok ataupun lusa menjadi misteri tersendiri yang akhirnya kita akan melaluinya. Dulu, aku tidak pernah menyangka bisa diamanahi memegang jabatan yang tinggi di organisasi SMA. Malahan ketika awal MPLS, aku ada niatan untuk tidak ikut OSIS lagi, karena sudah capek dengan dua tahun hiruk-pikuk OSIS SMP sebelumnya. Menjadi wakil ketua, kemudian menjadi ketua, kala itu membuatku terbiasa dengan segala permasalahan OSIS waktu itu. Dan sebenarnya ku tak ingin itu terjadi lagi di SMA. Namun pikiranku berubah ketika pendaftaran  calon pengurus OSIS kala itu dibuka, ketika awal kelas 10. Entah dapat bisikan apa, aku jadi malah ada niatan untuk daftar lagi jadi pengurus OSIS. Oke singkat cerita aku diterima dan menjalani kehidupan sebagai pengurus OSIS SMA, waktu itu ku ditempatkan di Sekbid 4, pembinaan prestasi akademik, seni, dan olah raga sesuai bakat dan minat (hahaha ku masih ingat kepanjangannya). Pada saat kelas 11, dit...

Membuka Cakrawala Baru

Gambar
Ah, sudah sangat lama ku tak menulis lagi di blog ini, padahal pranala blog ini ku pajang di bio Instagram, dan pasti banyak yang setidaknya iseng mengklik blog ini haha. Oke mungkin tulisan kali ini akan menceritakan bagaimana ku bisa membuka cakrawala baru. Kehidupan ini tak berhenti dari proses. Semua terus berjalan seperti rotasi dan revolusi bumi. Dalam proses itu, tak jarang kita menemukan hal baru yang mengubah pemikiran dan sudut pandang kita. Cara pandang kita senantiasa terus diperbarui dan melakukan penyegaran agar tak usang dimakan zaman. Oke, singkat cerita ku punya teman–lebih tepatnya kakak kelas/senior sih wkwk–yang dulu ku anggap sebagai orang yang 'tegas', kaku, sering mengeritik, sering menekan, yaaa seperti senior pada umumnya haha. Tapi ternyata tidak selamanya seperti itu. Maka dari itu, seperti pepatah lama, jangan melihat buku dari sampulnya wkwk. Suatu hari, ia menanyakan kepadaku tentang suatu situs ensiklopedia, dan ku jelaskanlah secara singkat. Ku i...

Pemuda penyongsong Indonesia Maju

Gambar
Ketika mendengar kata “bela negara”, mungkin sebagian orang menggambarkan bahwa bela negara itu harus mengangkat senjata, berperang merebut kemerdekaan Indonesia dari kolonialisme. Mungkin benar, jika saat itu Indonesia belum merdeka. Tetapi sekarang Indonesia telah 75 tahun berdiri lamanya. Bagi anak SMA, bela negara bukanlah mengangkat senjata, tetapi mengangkat semangat tinggi-tinggi untuk membangun Indonesia yang maju. Para pemuda pendahulu kita, 92 tahun yang lalu pernah bersumpah Satu Tumpah Darah, Satu Bangsa, dan Menjunjung Satu Bahasa Persatuan. Saat ini, tugas kitalah untuk meneruskan semangat mereka, tentunya dengan cara kita sendiri dan dalam konteks pembangunan kekinian yang mengedepankan pembangunan sumber daya manusia. Banyak cara untuk menunjukkan rasa semangat bela negara, terutama bagi kita para siswa SMA. Semua bisa dilakukan dengan cara kita masing-masing. Misalnya saja mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, melakukan inovasi dan penemuan yang dapat b...

Upaya yang Terbaik

Gambar
Dalam melakukan sesuatu hal, seyogyanya kita melakukannya dengan maksimal, agar hasil yang kita peroleh pun maksimal. Namun, ada waktu ketika kita tak bisa berusaha maksimal, entah karena keadaan, hambatan, dan lain sebagainya.  Terkadang, pada diri ini terlintas pikiran bahwa mereka yang menjadi tanggung jawab kita, yang diberi tugas oleh kita, tidak berusaha maksimal dalam melakukan tugasnya. Sehingga muncullah suatu ketidakpuasan dalam diri. Padahal, kita tidak tahu atau tidak sepenuhnya tahu apa masalah yang sedang dihadapi mereka saat ini. Baiknya kita memaklumi mereka dan memotivasi mereka agar bisa melakukan tugas itu dengan baik. Karena kita sama-sama ingin yang terbaik, kita hanya bisa mendorong dan memotivasi mereka. Walau terkadang, motivasi itu dalam bentuk yang "tidak halus" sehingga menjadi pukulan yang agak menyakitkan bagi mereka. Tapi ku harap, mereka suatu saat nanti akan mengerti, bahwa ku menginginkan yang terbaik bagi kita semua. Memang, soal hasil, itu ...