Cogito Ergo Sum, Scribo Ergo Sum
"Cogito Ergo Sum, Scribo Ergo Sum"
Mungkin sudah agak familiar dengan kalimat tersebut. Kalimat yang ku jadikan bio di Instagram dan status di WhatsApp ini punya makna tersendiri bagiku, sampai ku jadikan salah satu motto hidup. Oke akan ku jelaskan yak di artikel kali ini.
Cogito Ergo Sum
Kalimat ini berasal dari bahasa Latin, yang bermakna "aku berpikir, maka aku ada". Ini merupakan ungkapan dari Cartesius. Ya! Penemu koordinat Kartesius, grafik x dan y yang seringkali membuat pusing para pelajar, haha!
Aku berpikir, maka aku ada. Eksistensi kita dalam hidup ditentukan oleh pemikiran kita. Artinya, dalam hidup ini, kita dianggap ada jika kita berpikir. Berpikir dalam hal ini bermakna sangat luas, bisa berpikir tentang makna kehidupan, kebesaran kuasa Allah, ataupun berpikir tentang hal-hal saintifik.
Kemudian, berawal dari pemikiranlah semuanya dapat ada. Bayangkan jika Ibnu Firnas tidak berpikir cara agar manusia bisa terbang, maka tidak akan ada pesawat yang lalu lalang menembus cakrawala saat ini. Bayangkan juga jika Newton tidak berpikir bagaimana apel bisa jatuh dari pohonnya, maka kita tidak bisa menggunakan benda-benda yang diciptakan dengan konsep fisika dasar. Itulah mengapa proses berpikir itu sangat penting sehingga dapat dikatakan kita ada jika kita berpikir.
Scribo Ergo Sum
Kalimat ini juga berasal dari bahasa Latin, yang artinya "aku menulis, maka aku ada". Setelah melalui proses berpikir, buah dari pemikiran tersebut diabadikan dalam bentuk tulisan. Karena sejatinya menulis adalah salah satu cara agar kita abadi, maksudnya kendati kita telah mati, karya-karya buah pemikiran kita yang dituangkan dalam tulisan dapat dibaca oleh beberapa generasi.
Bayangkan jika kita memiliki pemikiran hebat, tetapi tidak dituangkan dalam tulisan, pemikiran kita hanya akan terlihat ketika kita masih hidup, tetapi setelah mati semuanya redup. Itulah pentingnya proses menulis, sehingga dapat dikatakan aku ada jika aku menulis.
Selain itu, sebenarnya proses menulis ini tak hanya menulis buah pemikiran kita, tetapi jika menulis hal-hal yang telah kita dapatkan, entah itu ilmu, pengalaman, atau hal-hal penting lainnya. Karena ingat, manusia memiliki sifat pelupa, tetapi dengan menulis setidaknya sifat tersebut bisa diminimalisasi.
Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bahkan memerintahkan kita untuk menulis ilmu. Rasulullah bersabda:
"Ikatlah ilmu dengan menulisnya" (Silsilah As-Shahiihah No. 2026).
Pentingnya proses menulis ini ku sadari, sehingga akhirnya aku membuat blog ini, setidaknya untuk menuangkan pemikiran-pemikiran kecilku ini, sehingga suatu ketika jika aku lupa, aku bisa membacanya lagi dari sini.
Ah, mungkin seperti itu penjelasan tentang bio Instagramku, memang tidak terlalu panjang tetapi bermakna dalam. Salam!

Subhanallah akhiy. Menginspirasi sekali 👍
BalasHapusAlhamdulillah
HapusMantap. Semoga sukses selalu blognya!
BalasHapus